Puan’s Opus

November 24th, 2008

Keringat Jagung itu…

Posted by meirinda in Love Story

16 November 2008, Flower City…. Sunrise.

23 November 2008, Flower City…. November rain.

Two speechless moment.

tau tapi sama-sama tidak tau.

tapi mau dan sama-sama tau kalau mau.

Jujur aku takut. Ketakutan yang tidak akan mengembalikan semua ke titik nol. tapi takut yang mungkin bisa mengembalikanku ke pusat bumi. Atau mungkin menghembuskan kita pada awan surga?

entahlah..

Tapi jujur aku takut. bukan takut akan kehilanganku. tapi takut akan kehilangan “kita”. Melepaskan semua “atribut” yang terekat akibat penatnya hidup. Takut dia mengambilnya dari kita…

Bookmark and Share
November 3rd, 2008

Me Time!

Posted by meirinda in Uncategorized

Hidup saya dipenuhi dengan seni, buku dan makanan enak. Entah kenapa, meski tidak terlalu “gape” dalam bidang “art”, tetapi saya sangat menikmati lukisan, gambar dan desain-desain dengan berbagai genre-nya. Ya! saya seorang penikmat seni dan kehidupan. Tapi jangan harap saya bisa menjelaskan arti dan maksud dari sebuah karya. Nanti yang ada malah ke’sok-tau’an saya dalam merefleksikan warna, bentuk dan komposisi seni tersebut.

Meski tidak gape, saya juga senang melukis. Saya senang melukis sosok perempuan dalam bentuk abstrak. Kalau sudah melukis, tinta dan kuas menjadi ajang saya bercinta dalam kanvas. Saya mencapai orgasme mewah ketika lukisan saya selesai dan kemudian mencibirnya karena ternyata hasilnya tidak layak dinikmati….

Saya juga seorang elastoplast. Ingin segala sesuatunya bergerak dan selesai dengan cepat. Ritme ini terkadang membuat sulit orang-orang di dekat saya. Mereka akan mengira bahwa saya seorang yang terburu-buru dan tidak sabaran. No! Bukan seperti itu!. Kalau soal kesabaran, saya tergolong mahluk sabar dalam mengendalikan situasi dan emosi. Meski saya juga bukan seorang yang ekpresive. Saya hanya senang sesuatu yang praktis dan sifat efisiensi. Sesuatu yang praktis, menurut saya, akan sangat merugi apabila tidak dilakukan dengan cepat, tanggap dan tentunya juga tepat.

Hal ini membuat orang-orang yang bekerja sama dengan saya harus juga memiliki stamina tinggi dan tentunya mampu berereksi dan kreasi dengan baik!

Buku adalah teman saya dalam segala situasi. Saya selalu menemukan banyak hal baru ketika membaca. Diksi bertambah, kemudian seolah-solah memiliki teman baru dari tokoh-tokoh dalam buku tersebut. Imajinasi yang liar serta halusinasi menari-nari ketika lembar demi lembar saya lahap habis. Buku-buku yang saya baca bukanlah buku-buku berat dengan segala teori hidup terlaknat yang menjelimet. Buku-buku yang saya baca biasanya, (sekali lagi) hal-hal praktis dan mudah dicerna. Novel-novel chicklit salah satu genre kegemaran saya. Novel-novel remaja juga saya kunyah karena membuat saya merasa lebih muda 10 tahun. Hahahahaha…… Saya tidak suka dibilang tua, meski saya sendiri sering mengeluh kenapa wajah saya cepat tua.

Bookmark and Share
October 30th, 2008

LOVE POEMS FROM GOD

Posted by meirinda in Odd Poem  Tagged

IN MY SOUL

In
my soul
there is a temple, a shrine, a mosque, a church
where I knee.

Prayer should bring us to an altar where no walls or names exist.

Is there not a region of love where the sovereignty is
illumined nothing,

where ecstasy gets poured into itself
and becomes
lost,

where the wing is fully alive
but has no mind or
body?

In
my soul
there is a temple, a shrine, a mosque,
a church

that dissolve, that
dissolve in

God.

By: Daniel Ladinsky

Bookmark and Share
October 26th, 2008

H.u.R.t so!

Posted by meirinda in MUSE

Baiklah, kau berhasil. Berhasil menggelindingkan bola api. Mengundang kemarahanku. Aku tahu mungkin itu kesengajaan yang kau buat. Mengukur kepedulianku. Menghitung keyakinanku.Menyentil rasaku.

Hahahaha. Kau berhasil. Aku memang marah. Marah hingga meledak jantung dan terhentinya napas sekejap. Marah hingga mampu menahan isak dan sesakku. Marah seperti badai, guruh dan kilat!!!

Karena aku manusia biasa. Bukan manusia setengah Tuhan sepertimu (katamu!).

Aku Manusia biasa, sama seperti kau, dia dan mereka.

Tapi semua yang kau lakukan takkan mengembalikanku. Malah aku akan semakin tergelincir jauh. menjauhimu. Menghindarimu. Melenyapkanmu.

Bahkan……Mungkin membencimu.

Hahahaha..

Kau memang berhasil…

Membuatku hilang darimu…

Bookmark and Share
October 26th, 2008

Malam, kemarin!

Posted by meirinda in Uncategorized

Jadi kapan? (Sinis, ceriwis)

Hah? Apanya? (membelalak tak takjub)

Itu lho.. (Cengar-cengir, busuk)

Psst…was…wes..wos (Angin semilir)

Doakan sajalah! (Asem)

Berarti Belum juga kan? (sudut bibir menanjak tajam)

Belum! (wrong answer!)

Hahahaha! (sindir najis!)

emangnya kenapa? (cuek mewek)

Tua, tau! (Marah)

Suka-suka gue! (Marah)

Malu, tau! (Tambah marah)

Urusan lo! (Meledak)

……. ( Kedua suara itu manggut - manggut) ……..

Uffhhh… mmm..maaf (?)

Diam sajalah (Berkaca-kaca)

Putus asa? (Menatap haru)

Tidak (sok tegar)

Yakin? (Menatap biru)

entahlah… (Mulai menangis)

Bookmark and Share
October 22nd, 2008

Kucing burik! (buat si Butet)

Posted by meirinda in Daily Journal

Sore itu salah seorang “perempuanku” datang ke kantor.

Mengenakan baju batik masa kini plus celana jin dekil dengan tentengan tas dipundaknya. Wajahnya layu dan tubuhnya kurus. Persis kaki meja.Tak ada otot yang membungkus tulang-tulangnya.

Wajahnya tetap manis. Meski matanya sendu dengan bibir mengerucut dan kering karena udara yang menyengat akhir-akhir ini di Jakarta. Kemudian ku ajak dia ke ruang tamu. Office boy menawarinya minuman dan dia meminta secangkir kopi. Kukatakan padanya untuk istirahat sejenak.

Tak lama kemudian, aku menghampirinya kembali. Tampak wajahnya agak segar. Lalu dibuka percakapan basa-basi, menanyakan kabar dan gosip terkini. Kedatangannya memang sudah dijanjikan karena dia butuh meminjam sesuatu dariku. Dia butuh obat yang bisa menjaganya tetap hidup. Seharusnya dia mengambil obat tersebut beberapa waktu lalu di salah satu rumah sakit. Menurut cerita, dia tidak bisa ke rumah sakit karena beberapa hari ini dia harus menghadiri sidang perceraiannya.

Sedih aku mendengarnya. Laki-laki yang seharusnya menjadi ayah dari balitanya, telah meninggalkannya begitu lama. Hanya selang dua bulan dari perkawinannya, Laki-laki itu memutuskan untuk minggat dan kembali ke Surabaya, domisili laki-laki itu sebelumnya. Laki-laki bangsat itu meninggalkannya dalam keadaan hamil kurang dari 1 bulan. Entah apa sebenarnya alasan laki-laki itu meninggalkannya. Yang kudengar, laki-laki itu meragukan isi kandungannya dan merasa dijebak untuk menikah. Setelah meninggalkannya, tak lama, isu terdengar bahwa laki-laki itu telah bercengkerama dengan perempuan lain, yang notabene adalah temanku dan temannya juga.

Padahal kutahu pasti, perempuanku itu adalah benar-benar seorang perempuan. Ketika cinta digenggamnya, dia akan menjaga genggaman itu dan tidak akan menistainya. Saat ini dibesarkannya buah hati mereka dengan kasih seorang diri. Dia sama sekali tidak membenci laki-laki itu, malah dia memaafkannya dan tidak menuntut pertanggungjawabannya. Perempuanku itu hanya berharap, laki-laki nista itu mau menjenguk anak mereka. Dan bisa melihat cetakan wajah sang buah hati yang tak bisa disangkal memang darah dagingnya sendiri.

Kudengar ceritanya dengan rasa senggugut yang membuatku mulas.

Ketika memutuskan pernikahan,kita seperti memilih kucing dalam karung. salah-salah bisa mengambil kucing burik, bisa juga kucing kampung, sukur-sukur bisa dapat kucing siam. Tapi kalau ternyata dapat kucing siam yang dalamnya burik, kucing sudah tidak dapat dikembalikan ke dalam karung. Tinggal tunggu kucing itu kenyang kemudian lenyap untuk memangsa tikus lain.

Aku semakin takut akan sebuah komitmen pernikahan. Begitu banyak pernikahan yang hancur berantakan. Kalaupun tetap bertahan tapi sudah tidak ada lagi “pernikahan” didalamnya.

Kutelaah kembali wajah “perempuanku” dan bertanya kepadanya. Mau apa dia sekarang. Dia tersenyum. Lalu menjawab. Carikan aku suami. suami burik yang isinya siam. yang mau memeluk malam-malamku dengan tangisan balitaku setiap saat. Yang meniduriku tanpa melihat bekas tapak lain ditubuhku. Yang mendengar tangis dan tawaku. Yang akan menggenggam tanganku ketika sakratul maut menjelang.

Kemana bisa dicari?. Dia tersenyum kembali. Kalau tidak ada ya tidak apa-apa katanya. Biar nanti Tuhan yang mengirimkannya untukku. Kalau Tuhan tidak mau kirim juga tidak apa-apa…

Bookmark and Share
October 13th, 2008

Saya Menampar Tuhan

Posted by meirinda in MUSE

(Judul di atas mohon dibaca sebaliknya, kalau tidak saya bisa ditampar Mamak!)

Saya muak!

Setelah 4 tahun berlalu dengan kehedonisan di dunia sosial yang munafik.
Entah berapa nyawa melayang sia-sia, waktu yang terbuang dan air mata menggenang.
Musuh, teman, saudara, keluarga dan sahabat pergi menghampiri keabadian.
Saya sering ditinggalkan dan itu membuat saya muak.

Kemudian saya tampil sebagai pahlawan kesiangan.
Mendukung, membantu, berjuang dan berkorban.
Tapi semua kembali menjadi pertanyaan.
apakah itu hanya paksaan dengan label empati atau ke”ria”an sebagai pecundang.

Karena pada akhirnya semua menjadi tamparan oleh Tuhan.
karena secara tidak sadar, saya bermain sebagai Tuhan.
Meyakini bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan saya kali ini.
Tapi berulang kali permainan malah semakin menjadi-jadi.
Mungkin Tuhan marah. Karena saya mengambil jatahNya.

Tapi saya juga marah sama Tuhan.
karena Tuhan sering mempermainkan saya.
MuslihatNya ditampakkan dengan seolah-olah keadaan akan membaik.
Padahal itu cuma tipu-tipu karena malaikat Tuhan sudah mencatatnya dalam buku besar kapan ruh akan diraup.

Saya marah sama Tuhan.
Tapi kenapa Tuhan kemudian menampar saya.
Mungkin Dia berkata “Saya Tuhan”
Saya diam..dan ingin menamparNya.

(Muak..)

Bookmark and Share
September 16th, 2008

Selamat jalan sayang…

Posted by meirinda in Odd Poem
Ibu Anugrah alam yang memilikinya

Ibu Anugrah alam yang memilikinya

Tubuh kaku  di atas dipan terbaring dihadapan.
Mata indah tertutup dan bibir tersenyum.
Sebagian tubuh terbungkus kain batik emak.
Hanya bagian kepala dihampiri kerudung tembus pandang.

Roman mukanya cantik.
Meski kepala nyaris gundul.

Sebal aku melihatnya.
Dia terlihat melecehkanku.
Senyumnya tampak mengejekku.
Seolah dia berkata “Kesian deh lo…”

Anjrittt…

Dia kemudian melangkah gontai. Anggun dan tenang.
Melambai bak ratu kecantikan memegang tongkat kemenangan.
‘Hahaha, kamu nanti menyusulku kok bu!”
‘Jangan gitu dong mukanya bu…ah..kamu sirik yaaaaaaaa!”

Anjrittt…

Si kunyit ini….
Sudah duluan dia…

Aku tersenyum nyengir.
Hatiku berucap:
‘Lihat saja nanti, kalau kita bertemu di istana Khalik!’
‘Aku akan tagih ayam goreng kampung plus sambal buatanmu!’
‘Menu yang pernah kamu masakkan buatku saat buka puasa bersama dua tahun lalu’…..

Air mata enggan menetes.
Biar saja.
Biar tahu rasa si Kunyit ini.
Karena hatiku lebih terkoyak dalam dan perih.

(Met jalan ya Kunyit…. Aku sayang kamu)

Bookmark and Share
September 4th, 2008

Kantor gw!

Posted by meirinda in Daily Journal, Uncategorized  Tagged ,

Nama yayasan tempat kerja gw sih sebenernya keren banget. “SPIRITIA”.
Alkisah, kata itu berasal dari kata “Spirit” yang menurut  kamus Bahasa Inggris, artinya:
1. roh, jiwa
2. semangat
3. arwah (of dead person) - oh makjang….
4. jin, hantu, mambang, mahluk halus - hoalah, serem juga yaikssss
5. suasana

Selidik
punya selidik, ternyata kata SPIRITIA emang cocok juga sih buat
menggambarkan situasi kantor saat ini. Gw gambarinnya dari dua sisi
deh, biar terlihat ‘agak’ objektip!

Roh, jiwa :
(+)
kantor gw emang dikelilingi oleh roh-rohnya pendiri yang punya jiwa
besar. salah satu pendirinya, yaitu mba’ Suzana Murni, berkarakter kuat
dan mempunyai jiwa yang besar hingga akhirnya yayasan gw masih  bisa
eksis dan survive ampe detik ini. Menurut gw, roh beliau inilah yang
masih terus “menyala’nyala” dikantor.

(-) Gak cuma roh-roh
pendahulu aja yang berjiwa besar yang mengelilingi kantor gw saat ini,
ada juga roh-roh terkini yang berjiwa kerdil dan ngebetein. Kalo roh
yang satu ini muncul, bisa ngebuat roh-roh yang lain jadi “redup” alias
bete alias kesel alias males alias gelap, alhasil pengen banget
cepet-cepet cabut dari kantor dan jiwa pun jadi riksek.

Semangat
(+)
Kalo soal ini sih gak usah ditanya. Semangat muncul di awal bulan dan
menurun di akhir bulan. sekarang agak stagnan karna bentar lagi dapet
THR. hihihihi…gak juga sih. Semangat juga bisa muncul klo salah satu
mba yunce kami tersayang masakin makan siang karna doi terkenal dengan
sambelnya yang luar biasa……

(-) Semangat akan drop drastis
seperti orang anemia kalo udah menyangkut ‘rapat’ (kantor gw demen
banget rapat). orang-orang langsung seperti zombie ketika rapat.
fisiknya sih hadir, tapi roh dan jiwa udah blunder kemana-mana….ada
yang kepengen jemput mbakayune, ada yang kepengen ke pasar johar beli
rendang padang, ada yang kepengen kuliah, ada yang kepengen
ngajar..duh…pokoke klo meeting, ancur banget deh!

Arwah
(+/-) Agak-agak mirip kali yah ama roh..
Sukurnya, kantor gw termasuk aman dari kejahilan para arwah…
Mungkin
karna disini ada ustad gaul yang tergolong taat beribadah dan kebetulan
kantor gw bersebelahan dengan masjid. Jadinya para arwah gentayangan
ogah maen-maen ke kantor gw.

Jin, hantu, mambang, mahluk halus
(+/-)
Soal ini, kadang-kadang orang kantor emang bisa berubah jadi Jin-jin-an
gitu deh. ada yang suka tiba-tiba ngilang dari kantor tanpa
pemberitahuan ampe akhirnya semua nyariin. Ada juga yang ngakunya cuti
eh tiba-tiba muncul tak diundang ke kantor… Terus ada yang tiba-tiba
ketawa gak angin gak ujan ampe semua terkaget-kaget karena ketawanya
ngakak banget. Yang paling sering, telpon kantor (wireless) sering
banget ilang tiba-tiba trus muncul juga tiba-tiba…

Suasana
(+)
To be honest, suasana kantor gw sebenarnya sangat menyenangkan.
orang-orangnya unik dan lucu-lucu. bukan badut lho. tapi suer
deh..pertemanan sebaya bikin suasana kantor menyenangkan. Paling seru
klo udah makan siang bareng and smoke break after lunch di ruangan
khusus perokok. Lum lagi klo lagi pada blogging..duh adem ayem deh
kantor…

(-) Suasana bisa seketika rusak dengan hadirnya roh
ngeyel dan cerewet yang klo udah moodnya rusak, semua bisa salah. Doi
ini terkenal sebagai ’sang perubah suasana’. Manajemen yang doi pake
biasanya ‘Management by Mood’. Klo udah kumat, semua langsung pada pake
earphone dan pura-pura ngetik padahal cuma buka-buka multiply atau
up-date friendster….

Bookmark and Share
August 20th, 2008

happier, sooner better!

Posted by meirinda in Daily Journal

"I go through all this
Before you wake me up
So I can feel happier
To be safe up here with you"

Lengkingan Bjork menyentak dari lamunan pagi…

08.05
Hari ini, meski bangun agak terlambat tapi badan udah enakkan. Tadi malam memang agak demam, tapi setelah minum obat agaknya semua mulai membaik.
Sehabis mandi, ternyata Mom sudah menyiapkan secangkir teh manis hangat. Setelah mereguknya, aku berangkat kerja dengan semangat 45! Turun ke basement parkir, nyalain mobil dan jreng…si hitam berangkat menuju kantor!

08.35
Jalanan gak macet, meski tetap ramai seperti biasa. Mungkin bakal agak telat nyampe kantor. tapi, what everlah…yang penting masuk kerja dan kerja sebaik mungkin. Mobil laju pelan-pelan. Mau ngebut juga gak mood. Nyante aja ah….

09.10
Nyampe juga ke kantor. Untung gak telat. Tuhan baik banget hari ini, meski berangkat telat tetep aja gak telat. Luv u God…
Ok..now what? oya, buka laptop, chek email, bales email, trus..trus..dan truss…
………

Something wrong with this morning….
Feel much happier.. and I know why…
Cause I Miss you most…

Bookmark and Share
Next Page »